Seminar Nasional FRESH FEBI (Tantangan Perekonomian Indonesia di Era Vuca dalam Perspektif Ekonomi Islam)

1 October 2018

Seminar Nasional FRESH FEBI

(Tantangan Perekonomian Indonesia di Era Vuca dalam Perspektif Ekonomi Islam)

 

Senin, (1/10/2018) Kelompok Studi Ekonomi Islam Forum Ekonomi Syariah (FRESH) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Surakarta mengadakan seminar nasional yang bertemakan “Tantangan Perekonomian Indonesia di Era Vuca dalam Perspektif Ekonomi Islam” dengan moderator Agil Dwi Setyawan alumni FRESH dan pembicara Ahmad Akbar Susamto,S.E., M.phil.,Ph.D. selaku ketua MPP KA FoSSEI Naional sekaligus pengamat ekonomi islam serta dosen UGM di Ruang Sidang Pasca Sarjana lantai 4 dan dihadiri sekitar 300 peserta. Tema yang dibahas pada seminar kali ini masih asing di telinga mahasiswa milenial. Padanan kata terkenal yang berkaitan dengan ekonomi pada era saat ini biasanya menggunakan diksi era milenial, era MEA, ataupun era disruption. Tetapi pada seminar ini memberitahukan kepada kita akan istilah dan masalah baru yakni VUCA merupakan kepanjangan dari (Volaitirity, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity).

Dalam sambutannya Ahmad Syaifudin presiden FRESH menyampaikan bahwa seminar nasional ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada mahasiswa terhadap tantangan perekonomian Indonesia di era vuca dilihat dari kacamata ekonomi Islam sebagai persiapan akan dilaksanakannya oleh International Monetary Fund (IMF)-World Bank Annual Meeting di Nusa Dua Bali pada Oktober 2018 mendatang. Selanjutnya Ahmad Akbar Susamto selaku pembicara dalam inti materi menuturkan Vuca (Volatility, Uncertainly, Complexity and Ambiguity) merupakan sebuah fenomena baru berbeda halnya dengan MEA (Masyarakat Ekonomi Asean).

Menurut Akhmad Akbar sendiri, era VUCA bukan istilah beken atau akrab di telinga generasi milenial. Tetapi VUCA sendiri ialah masalah yang timbul seiring dengan kemajuan zaman di era milenial sehingga tertuju menyangkut masalah ekonomi. VUCA sendiri dijabarkan menyangkut masalah perubahan data yang sangat drastis, ketidakpastian tentang informasi, keruwetan data dan ambiguitas data yang saat ini pasti sedang menerpa dari usaha kecil ekonomi sampai perusahaan besar. Era Vuca memiliki karakteristik penyatuan teknologi yang awalnya terpisah semua menjadi serba terkoneksi dan lebih sulit dipisahkan karena semakin kompleks, terjadi kelabilaan situasi, terjadi perubahan besar (revolusi industry 4.0).

Di sisi lain, pembicara juga mengingatkan pentingnya strategi ekonomi Islam yang terutama menyangkut kewajiban ber ZIS (Zakat, Infaq, dan Shadaqah). Sebab dengan memaksimalkan hal itu ketimpangan ekonomi dalam ranah kemiskinan setempat (lokal) bisa dientaskan jika memang pengelolaannya dengan bijak dan benar. Walaupun Akhmad Akbar sering mengutarakan pentingnya ekonomi Islam kepada peserta seminat yang notabene masih mahasiswa, namun beliau juga berpesan kepada kita selaku mahasiswa untuk mempelajari ekonomi dasar beserta teori-teorinya.

Ia menambahkan bahwa terdapat bermacam jenis dunia yang harus dihadapi mahasiswa dan supaya tidak terkekang di dalam kelas apalagi terjebak dalam sebuah kerumunan. “Anak muda harus quick out of the block” imbuhnya, yang berarti anak muda harus keluar dari blok atau kerumunan. Pada intinya, mahasiswa zaman milenial jangan takut dianggap berbeda untuk mencari pengetahuan dan wawasan di dunia luar kampus dengan pikiran terbuka.

Di sesi penutup, Achmad Akbar Susamto menyampaikan pesan-pesan kepada mahasiswa yang mengikuti acara seminar tersebut. Ia berharap bahwa mahasiswa di era milenial dapat membuka diri untuk bergerak ke hal-hal yang lebih positif dengan mengikuti seminar di luar kampus, berpartisipasi dalam forum studi untuk mendapatkan pengalaman, pengetahuan , dan wawasan. Terutama di bidang ekonomi Islam yang sekarang berkembang ini, agar selalu mengikuti perkembangan ekonomi, perubahan data dan statistika ekonomi baik yang konvensional maupun berbasis Islam. (arian)

Top