“Sustainable Economics Paradigm in Islamic Perspectives”

30 October 2018

Diskusi Dosen FEBI IAIN Surakarta bersama Prof. Dr. Jamal Othman

Para dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Surakarta kembali mendapatkan tambahan wawasan melalui kegiatan diskusi rutin dosen yang dilaksanakan pada hari Senin tanggal 29 Oktober 2018 dengan menghadirkan narasumber Prof. Dr. Jamal Othman dari Universiti Kebangsaan Malaysia. Kegiatan diskusi dilaksanakan di ruang baca FEBI IAIN Surakarta, dan dibuka langsung oleh Dekan FEBI Drs. H. Sri Walyoto, MM, Ph.D.
Kegiatan diskusi dosen pada sesi kali ini mengusung tema “Sustainable Economics Paradigm in Islamic Perspectives” dengan judul materi diskusi “Pengukuran Kesejahteraan yang Berkelanjutan”, dimana pada sesi diskusi ini, kegiatan dipandu oleh moderator Dr. Jasanta Peranginangin.
Dari pemaparan materi yang disampaikan oleh narasumber, para dosen mendapatkan wawasan baru berkaitan dengan pengembangan konsep pengukuran kesejahteraan. Kesejahteraan dalam kerangka sustainability welfare tidak hanya diukur berdasarkan aspek ekonomi semata, tetapi juga memperhitungkan aspek alam semesta dan modal sosial, sehingga muncul pengembangan konsep kesejahteraan dari GDP(PDB) kepada konsep GPI (Genuine Proces Indicator), yang pada konsep GPI ini, perhitungan kesejahteraan masih mengakomodir konsep kesejahtraan berdasarkan perhitungan GDP, dengan menambahkan aspek-aspek lain yang berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan dan mengurangkan aspek-aspek lain yang bersifat mengurangi kesejahteraan.

Setelah sesi pemaparan materi, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, yang diantaranya pertanyaan disampaikan oleh Hj. Ani Sofiyani, MSI, Dr. Fitri Wulandari dan Khoirul Imam, MSI, yang antara lain pertanyaan tentang bagaimana penilaian narasumber terhadap kinerja pemerintah dalam kaitannya dengan kesejahteraan di Indonesia, bagaimana aspek-aspek yang bersifat non material dikalkulasi kedalam bentuk material pada perhitungan GPI, dan bagaimana kondisi pengelolaan zakat dan wakaf di Malaysia dalam konteks sustainability welfare. Kegiatan diskusi diakhiri pada pukul 12.00 dengan sesi penutupan yang disampaikan langsung oleh moderator, sekaligus dilanjutkan dengan sesi foto bersama narasumber dan seluruh peserta diskusi. -Usn-

 

Top