Memajukan Ekonomi Kreatif di Desa: HMJ MBS Gelar Workshop Digital Marketing | Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Surakarta

Memajukan Ekonomi Kreatif di Desa: HMJ MBS Gelar Workshop Digital Marketing

13 May 2019

Boyolali 5 Mei 2019. HMJ Manajemen Bisnis Syari’ah IAIN Surakarta mengadakan program pengabdian masyarakat berupa Workshop Digital Marketing. Workshop Digital Marketing merupakan kegiatan pembelajaran mengenai cara menjual produk melalui media sosial atau e-commerce. Tujuan diselenggarakan kegiatan ini adalah sebagai sarana penguatan jiwa kewirausahaan dan pembelajaran dunia pemasaran produk secara online bagi masyarakat khususnya para pemuda. Acara tesebut diadakan di Balai Desa Manggung Kec. Ngemplak Kab. Boyolali dengan tema “Terwujudnya Pemuda Pebisnis Kreatif di Era Industri 4.0”.

Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dilanjut sambutan oleh Herman Wahyu Lestari selaku ketua HMJ MBS. Puncak acara berupa sharing materi dan sesi tanya jawab dimana peserta diajak berdialog tentang tips sukses bewirausaha bagi pemula dan cara merintis usaha. Beberapa peserta memanfatkan momen ini untuk konsultasi secara langsung mengenai hambatan di bisnis yang telah dijalani.

Dwi Agil Setiawan selaku pembicara sekaligus owner frienshop menyampaikan kiat untuk menjadi seorang pebisnis yang paling utama yaitu membangun mental pebisnis. Selain itu harus memiliki keberanian untuk mencoba, mengetahui passion diri sendiri, dan mengembangkan potensi yang dimiliki serta memperbanyak relasi. Selain itu, kesiapan mental adalah hal yang penting bagi para pebisnis kreatif. Bagaimana ia bisa bangkit kembali setelah mengalami kegagalan dan mampu mengikuti perkembangan pasar yang sangat cepat. “yang penting kita harus mau membuka mainset kita bahwa kita berhak menjadi pengusaha dan jadi kaya. Jika punya ide langsung eksekusi  dan bagi yang sudah punya bisnis tekuni dengan baik” ungkap Agil saat memberikan motivasi berwirausaha.

Harapannya dengan adanya workshop digital marketing ini dapat menjadikan wadah bagi pemuda di desa untuk saling sharing ilmu agar kiat menjadi pebisnis yang kreatif di era industri 4.0 serta siap dan mampu menjadi penggerak ekonomi kreatif di desa tempat tinggalnya. (Humas/Halimatus)

Top