Umur 11 tahun, Warren Buffet membeli saham pertama langsung di NYSE

28 July 2019

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Mulai berbisnis sejak usia lima tahun, membeli saham sejak usia 1 tahun, itulah Warren Buffet. Dialah CEO Berkshire Hathaway dan investor paling sukses sedunia.

Warren Buffet menjadi pialang andal tidaklah jatuh dari langit. Darah bisnis telah mengalir dalam tubuhnya. Ayahnya, Howard Buffet, adalah pemilik perusahaan broker kecil. Kakeknya adalah pemilik toko kelontong di Omaha, Nebraska, Amerika Serikat (AS).

Warren Buffet lahir pada tanggal 30 Agustus 1930. Dia dibesarkan di Omaha bersama kakaknya, Doris Buffet, dan adiknya, Roberta Buffet. Buffet merupakan anak laki-laki satu-satu di keluarga Howard Buffet dan Leila Buffet.

Warren kecil banyak menghabiskan waktu di kantor ayahnya. Dia melihat apa yang investor lakukan dan mendengarkan apa yang mereka katakan. 

Sebagai seorang anak Buffet selalu tertarik pada angka-angka yang acap dia lihat dan dapat dengan mudah mengerjakan perhitungan matematika yang kompleks.

Bahkan, pada usia delapan tahun, dia mulai membacai buku-buku ayahnya mengenai pasar saham.

Minat bisnis dan investasinya memang begitu menggelegak. Salah satu bisnis awal Buffet sejak usia lima tahun adalah menjual permen karet, Coca Cola, dan majalah mingguan dari pintu ke pintu. Itu dilakukan sambil bekerja pada toko kelontong milik kakeknya.

Pada suatu waktu, ketika bersama ayahnya melakukan perjalanan ke pantai timur, Buffet mendatangi New York Stock Exchange (NYSE) dan membeli tiga saham untuk pertama kalinya, yaitu saham Cities Service Preferred. Saat itu dia berusia sebelas tahun.

Ketika SMP Buffett berinvestasi pada perusahaan ayahnya dan membeli 16 hektare lahan pertanian. Dia membeli lahan tersebut pada usia 14 tahun dengan hasil menabungnya sebesar US$ 1.200.

Waktu SMA kelas dua, tahun 1945, dia bersama temannya berpatungan membeli masin pinball US$ 25 dan ditempatkan di sebuah salon.

Ternyata bisnis ini menguntungkan. Hanya dalam beberapa bulan mereka berdua sudah memiliki tiga mesin pinball. Meskipun, kemudian mereka menjualnya. 

Keasyikan berbisnis membuat dia tidak ingin berkuliah. Namun, ayahnya memaksa. 

Berkuliahlah Buffet di Wharton School of the University of Pennsylvania dan akhirnya pindah ke Universitas Nebrakas hingga meraih gelar sarjana ekonomi pada usia 19 tahun

Dia lalu melanjutkan ke program magister di Universitas Columbia, setelah ditolak ketika melamar ke Harvard University. 

Tampaknya pilihan berkuliah di Columbia University bukanlah pilihan asal-asalan. Buffet tahu persis bahwa idolanya, Benjamin Graham, mengajar di universitas tersebut.

Dari kelas analis saham yang diajar profesor yang satu itu Buffet belajar fundamental value investing. Kelak metode value investing menjadi pegangannya.

Buffet memang mengidolakan Graham setelah membaca buku The Intelligent Investor yang ditulisnya. Bahkan, dia mengatakan bahwa buku itu yang mengubah hidupnya dan membawanya kepada jalur analisis profesional ke pasar investasi.

sumber: https://internasional.kontan.co.id/news/umur-11-tahun-warren-buffet-membeli-saham-pertama-langsung-di-nyse

Top