5 Orang Dosen Pengelola Badan Wakaf FEBI IAIN Surakarta menjadi Peserta Seminar Nasional “Filantropi Islam menuju Sustainable Economic Development di Era 4.0”

25 September 2019

previous arrow
next arrow
Slider

FEBI News| Sebagai bagian dari program untuk menyiapkan pengelolaan lembaga yg profesional, Badan Wakaf FEBI IAIN Surakarta mendelegasikan 5 orang dosen pengelola Badan Wakaf untuk mengikuti kegiatan Seminar Nasional dengan tema: “Filantropi Islam (Zakat dan Wakaf) menuju Sustainable Economic Development di Era 4.0”. Acara seminar ini diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo Semarang, dan dihadiri oleh peserta baik dosen maupun mahasiswa dari berbagai kampus di Indonesia.

Kegiatan Seminar yang berlangsung hari ini (25/9/2019)  dimulai pukul 8.00  ini diawali dengan  sambutan sekaligus pembukaan yg disampaikan oleh Rektor UIN Walisongo Semarang Prof. Dr. Imam Taufik, M.Ag. yang dilanjutkan dengan penampilan hiburan dan acara inti seminar.

Narasumber pada acara seminar ini diantaranya adalah Dr. M. Nur Sahidi Jauhari dari Malaysia, Dr. Ahmad Furqon dari UIN Walisongo dan Dr. KH. Ahmad Daroji dari BAZNAS Jawa Tengah. Dalam paparannya, narasumber pertama Dr. M. Nur Sahidi Jauhari mendeskripsikan  tentang pengelolaan zakat dari yg berbasis manual ke digital, Data-data pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan zakat, Keunggulan pengunaan sistem keuangan sosial berbasis teknologi, pengelolaan zakat berbasis teknologi untuk menjamin tercapainya maslahah dan menolak mafsadat.

Pemateri kedua Dr. Ahmad Furqon memaparkan tentang praktek zakat dan wakaf di Indonesia, 11 masalah yg menjadi fokus dlm SDGs bisa diselesaikan dengan zakat dan wakaf, Peran wakaf untuk merealisasikan 5 maqashid Syariah. Rencana pengembangan wakaf di Indonesia pada era Revolusi industri dengan; meningkat kesadaran zakat (dan wakaf), Mengkampanyekan wakaf uang, memanfaatkan teknologi digital berbasis web, pendanaan berbasis digital, Peningkatan profesionalisme Nazir, serta menekankan prinsip dasar pengelolaan wakaf adalah secara produktif (kegiatan Investasi).

Narasumber ketiga yaitu Dr. KH. Ahmad Daroji, memaparkan tentang dua masalah besar yg dihadapi yaitu kemiskinan dan SDM. Beliau melanjutkan paparannya tentang bagaimana strategi yang dilakukan BAZNAS Jateng untuk pengentasan kemiskinan melalui 4 strategi yaitu menetapkan asnaf prioritas, pemberian keterampilan,  bantuan modal, dan kerjasama dg pimpinan daerah mulai dari Gubernur hingga Bupati/Walikota.

Semoga seminar nasional ini menjadi inspirasi dan motivasi untuk pengelola Badan Wakaf FEBI IAIN Surakarta untuk pengembangan di lingkungan civitas akademika IAIN Surakarta dan masyarakat umum. (Usnan)

Foto: Amin

Top