Sukoharjo – HMJ Perbankan Syariah mengadakan kajian rutin dengan tema Peran Bank Wakaf dalam Mengelola Potensi Wakaf di Indonesia. Kegiatan kajian rutin ini dilaksanakan dalam rangka realisasi program kerja staf Kemahasiswaan HMJ Perbankan Syariah yang diadakan pada Kamis, 30 Maret 2017. Tujuan diadakannya kajian rutin ini adalah untuk mengetahui isu-isu terbaru tentang kegiatan ekonomi di Indonesia melalui sumber yang terpercaya.

Kegiatan kajian ini berlangsung di Ruang Baca Fakultas, dengan pembicara Indah Piliyanti, S.Ag., M.Si. Dalam kegiatan ini dijelaskan bahwa Pemerintah terus gencar untuk mengembangkan potensi industri keuangan syariah di Indonesia. Salah satu potensi tersebut terdapat pada rencana Pemerintah yang ingin membentuk bank wakaf di Indonesia. Terhadap rencana ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) siap menindaklanjutinya. Presiden Joko Widodo mengatakan, potensi wakaf, baik benda tidak bergerak maupun benda bergerak, termasuk wakaf uang, begitu besar untuk dikembangkan di Indonesia. Pemanfaatan potensi wakaf uang melalui lembaga keuangan syariah, dinilai Presiden, dapat turut menopang redistribusi aset, maupun perluasan akses permodalan, khususnya bagi usaha mikro, kecil dan menengah. Pemerataan kegiatan ekonomi itu diyakini Pemerintah dapat menguatkan keterampilan dan perubahan budaya untuk mengatasi kemiskinan dan kesenjangan sosial. Menurut Jokowi, selama ini pengelolaan uang wakaf melalui Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKSPWU) yang ditunjuk oleh Menteri Agama belum sepenuhnya maksimal. Dengan menguatnya peran dari lembaga itu nantinya, Jokowi berharap, pertumbuhan ekonomi nasional dapat lebih merata, sehingga kesenjangan sosial mengecil, dan kesejahteraan masyarakat meningkat. (adam)