Semarang – Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) berkesempatan untuk menjadi salah satu panelis diskusi dalam Firm and Great General Discussion (FGGD) dengan tema Financial Planning for Financial Freedom yang diselenggarakan oleh UNNES Stock Exchange Study Forum (UNSAFF) pada Sabtu, 6 Mei 2017, atas undangan UNSAFF.

FGGD UNSAFF adalah yang pertama diadakan oleh UNSAFF, yang juga dimanfaatkan sebagai ajang untuk mempertemukan KSPM se-Jawa Tengah dalam sebuah forum diskusi. Acara tersebut merupakan bentuk dari peran aktif UNSSAFF dalam mendukung kemajuan Pasar Modal di Indonesia melalui suatu forum diskusi. Pada tahun 2016, UNSAFF telah menyelenggarakan acara serupa, meskipun hanya dalam lingkup Kota Semarang.

Panelis diskusi dalam acara FGGD UNSAFF meliputi perwakilan Galeri Investasi Terbang, UNIKA, Phintraco Sekuritas, UNWAHAS, UMS, UIN Walisongo, IAIN Surakarta, Vallbury Sekuritas, UNISBANK, UDINUS, POLINES, UKSW, Mirrae Sekuritas, Kresna, UNIKAL, UNNES, dan UNS.

Dalam kesempatan tersebut, KSPM IAIN Surakarta mengirimkan dua orang wakilnya sebagai panelis dalam diskusi tersebut, yaitu Muhammad Alan Nur dan Muhammad Razzak Parlindungan. Sebelum forum dimulai, para panelis dan peserta diajak untuk mengenal terlebih dahulu mengenai perencanaan keuangan yang disampaikan oleh Manulife dengan mengenalkan produk reksadana kepada para hadirin. Setelah itu, barulah forum dimulai dengan mengangkat tema diskusi yaitu “IHSG di Level 6000 di Akhir Tahun”. Dalam forum tersebut, KSPM mendapatkan mosi kontra yang menyatakan bahwa IHSG di akhir tahun nanti tidak mencapai ke level 6000 dengan fokus analisis dari segi Kebijakan dan Politik.

Dari segi kebijakan dan politik luar negeri, KSPM menyoroti terpilihnya Presiden Donald Trump yang dianggap oleh publik global sedang melakukan proteksionisme terhadap Amerika Serikat, rencana kenaikan suku bunga The Fed sebanyak tiga kali di tahun 2017, gejolak negara-negara Uni Eropa atas “Brexit”, dan belum jelasnya OPEC dan non OPEC dalam melalukan produksi minyak. Adapun dari dalam negeri, Tax Amnesty yang belum menjadi harapan dari segi wajib pajak, kemudian hutang Indonesia yang terus membesar, dan taktik Bank Indonesia dalam mempersipakan Indonesia menghadapi rencana kenaikan suku bunga The Fed.

Diskusi hangat ini berlangsung meriah, dan masing-masing pihak beragumen dengan menggunakan data yang diperoleh. Dalam acara ini, tidak hanya kelompok studi pasar modal se-Jawa Tengah yang diundang, tetapi juga beberapa analis sekuritas dihadirkan untuk menghidupkan suasana agar diskusi menjadi menarik dan peserta antusias.

Selain sebagai ajang berdiskusi untuk menyampaikan analisis dan pendapat, KSPM juga memanfaatkan kesempatan ini untuk saling mengenal dan menguatkan persaudaraan diantara kelompok studi pasar modal se-Jawa Tengah. KSPM dalam acara FGGD UNNES ini merupakan salah satu tamu undangan, wakil dari Kota Surakarta, selain kelompok studi pasar modal dari Universitas Muhammadiyah Surakarta dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Sebelas Maret. (alan)